Satu di antara banyaknya solusi untuk pelaku UMKM agar dapat memiliki badan usaha legal adalah melalui pendirian PT perorangan. Di era ini, PT perorangan semakin digemari oleh pelaku usaha karena kemudahan dan biaya yang terjangkau dalam proses pengurusannya. Namun, dibalik segala bentuk kemudahannya, ada risiko yang bisa menjadi ancaman baik ketika proses pendirian maupun ketika sudah disahkan. Lalu, apa saja risiko PT perorangan yang perlu diwaspadai dan dipahami?
Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai risiko yang perlu diketahui sebelum mendirikan PT perorangan.
Table of Contents
TogglePengertian PT Perorangan
PT perorangan adalah sebuah badan hukum yang dapat didirikan oleh hanya satu orang dan dikhususkan untuk usaha mikro dan kecil (UMK). Dibandingkan PT biasa yang memerlukan seminimalnya dua pendiri, membuat PT perorangan memberikan kelonggaran bagi individu yang ingin memiliki legalitas pada usahanya. Jadi, meski pendirinya hanya satu orang, statusnya tetap terpisah antara badan hukum dan pemilik sahnya, dengan dasar hukum UU Cipta Kerja.
Baca lainnya, Usaha Mikro dan Kecil: Memahami Legalitas Untuk Keduanya
Risiko PT Perorangan
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, namun ada beberapa risiko yang perlu diketahui supaya menghindari hal yang tidak diinginkan. Di antaranya yakni:
-
Tanggung Jawab yang Berpotensi Tidak Sepenuhnya Terpisah
Secara teori, PT perorangan memberikan pemisahan antara harta pribadi dan perusahaan. Namun, pada praktiknya masih banyak pelaku yang mencampurkan keduanya. Hal yang dapat terjadi adalah jika terjadi masalah hukum ataupun hutang usaha, perlindungan badan hukum tidak dapat berjalan maksimal.
-
Keterbatasan Skala Usaha
PT perorangan yang diperuntukan untuk usaha mikro dan kecil membuat pengusaha jika ingin mengembangkan usahanya menjadi tingkat menengah atau besar, wajib untuk ganti menjadi PT biasa.
Dengan proses pengembangan yang membutuhkan waktu, biaya, dan penyesuaian administrasi, ini membuat pelaku UMK harus menyiapkan segalanya dengan strategi yang tepat supaya tidak mendapatkan kerugian.
-
Kurang Menarik Bagi Investor
Karena skalanya yang kecil, sulit bagi investor untuk menaruh kepercayaan untuk menanamkan modalnya. Ini karena struktur kepemilikan yang hanya dimiliki oleh satu orang saja.
Investor umumnya tertarik dan percaya untuk menanamkan dana pada perusahaan yang memiliki struktur yang jelas, transparan, dan memiliki pembagian saham.
-
Risiko Administrasi dan Kepatuhan
Meskipun sederhana, PT perorangan tetap memiliki kewajiban administrasi yang perlu dipatuhi oleh pemiliknya. Mulai dari pelaporan keuangan, kepatuhan pada peraturan pajak, dan pembaruan data perusahaan.
Banyak yang mengabaikan ini karena menganggap usahanya masih dalam skala kecil dan tidak perlu melakukan hal-hal tersebut. Padahal, ketidakpatuhan pada aturan yang mengikat itu dapat mendatangkan sanksi administrasi atau paling buruk pembubaran status badan hukum.
-
Ketergantungan Pada Satu Orang
Karena pengelolaannya hanya bergantung pada satu orang, seluruh keputusan dan operasional bisnis bergantung padanya. Risikonya adalah jika orang tersebut sedang berhalangan, semisal sakit, ataupun tidak dapat menjalankan usaha dalam periode tertentu.
Cara Meminimalkan Risiko Pada PT Perorangan
Walaupun ada beberapa risiko yang sudah disebutkan, ada cara-cara untuk meminimalisir risiko tersebut, antara lain:
-
Memisahkan Harta Pribadi dan Perusahaan
Pelaku usaha dapat mencoba untuk membuat rekening terpisah antara keduanya, hal ini supaya arus kas dapat termonitor lebih jelas dan tidak bercampur.
-
Tertib Administrasi
Memastikan seluruh dokumen dan laporan usaha selalu diperbarui sesuai aturan.
-
Merencanakan Pengembangan Bisnis
Coba buat strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk bisnis, kapan perkiraan pertumbuhan yang diinginkan supaya dapat dikembangkan dari PT perorangan menjadi PT biasa.
Jika dirasa penuh kesulitan dalam proses pendirian PT perorangan, maupun kebingungan soal laporan dan dokumen ketika sudah dinyatakan sah oleh negara, pelaku usaha dapat meminta bantuan pada jasa profesional. Dengan menggunakan jasa tersebut, setidaknya dapat meringankan beban pelaku usaha terutama pada soal legalitas.
Kondisi Ketika PT Perorangan Menjadi Kurang Tepat Bagi Pengusaha
PT perorangan memang memudahkan pengusaha, akan tetapi tidak semua jenis usaha dapat menggunakan PT perorangan sebagai badan hukum usahanya. Ada beberapa kondisi yang membuat PT perorangan menjadi kurang tepat digunakan sebagai andalan pengusaha, yakni ketika:
- Memiliki rencana untuk menarik investor dalam waktu dekat
- Menargetkan pertumbuhan usaha yang cepat
- Butuh struktur organisasi kepemilikan yang kompleks
Kesimpulan
Hadirnya PT perorangan menawarkan beragam kemudahan bagi masyarakat yang ingin membuat usaha mikro dan kecilnya sah di mata hukum tanpa proses yang sulit. Akan tetapi untuk meminimalisir risiko serta tantangannya, perlu untuk mamahami dulu alur proses serta syarat ketentuan untuk PT perorangan.
Satu cara untuk menghindari risiko ini adalah menggunakan jasa profesional. EasyLegal yang sudah dipercaya oleh ribuan UMKM tentu menyediakan jasa pendirian PT perorangan sejak awal proses sampai disahkannya oleh negara. Selain itu bagi pelaku usaha yang ingin berkonsultasi dapat langsung menghubungi nomor whatsapp di bawah secara gratis.
Kalau sudah paham soal risiko, maka tentu semakin mudah bagi pelaku UMK agar menghindari masalah tersebut dan dapat mengembangkan usahanya secara lancar dan tertata.
